Sampai Saatnya
Sampai Saatnya
Kehidupanku dapat dikatakan sedikit sempurna, aku memiliki sahabat yang senantiasa ada untukku dalam suka maupun duka. Hingga suatu saat sahabatku mulai tumbuh menjadi lelaki dewasa yang seharusnya mulai memikirkan masa depan apalagi kalau bukan percintaan. Aku mulai kesepian, rasanya hari hariku kosong tidak ada lagi seseorang yang melihatku bahkan memperhatikanku. Sahabatku kini lupa akan aku yang dulunya selalu menemani mereka. 1 tahun aku merasakan hampa, semua ku jalani dengan mengalir sampai aku menemukan seorang lelaki yang membuatku mengerti apa arti perjuangan dan kerja keras sesungguhnya. Ia lelaki yang mungkin selama ini aku cari lelaki yang dapat mengimbangi ku di awal bertemu. Tapi sayang, itu hanya perasaanku. Lelaki itu sudah mencintai orang lain sampai sekarang, aku harus segera menyingkir. Perlahan aku mulai menghilang, namun bayang lelaki itu setiap malam selalu menghantui ku, seakan aku tidak boleh pergi. Setiap hari pikiranku di buat kacau olehnya, sedih , senang semua bercampur rata. “ Tunggu aku selesai, nanti akan ku beri kau kepastian, itu jika mau menunggu”. Ucap lelaki itu.
Komentar
Posting Komentar